BROGA

Aku ingin merasa berbuka puasa di puncak tinggi diselaputi mega senja yang sahdu. Juga aku ingin menjadi gusar mendaki bukit ketika dalam keadaan lapar dahaga. Adakah buruh kontrak bekerja ketika mereka berpuasa. Jikalau mereka melakukannya aku juga harus melakukannya. Tapi aku seronok menuju puncak. Mereka hanya mencari rezeki, kekadang terpaksa. Aku ingin memerhati masjid dibawah kaki bukit melaungkan azan magrib menandakan waktu berbuka telah tiba (tidak ku nampak surau atau masjid dibawah sana) cuma terdengar suara azan sayub2 dari sebelah daerah Semenyih. Bukit Broga selamat kudaki bersama kengkawan dari CARs petang tadi. Broga dalam ingatan. Kau hanya di Semenyih bukan di tanah seberang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: