PEMAKANAN ATHLET SEMASA PERTANDINGAN

exhausted drinkingTarikh pertandingan sudah tiba, esok akan ada perlumbaan setelah kita bersedia sejak sekian lama berlatih. Jesteru semua sepatutnya mengambil iktibar tentang pemakanan. Pepatah “eat to win” mesti diutamakan supaya apa yang kita makan mudah dicerna dan sesuai untuk kehendak tubuh badan kita. Jangan seolah mengada hendak mencatur diet lagi, proses pemakanan mesti berskala mengikut kaedah saintifik karena secara fisiologis tubuh badan berkehendakan makanan bagi mengganti glikogen.

Makanan yang diatur itu sehingga sebelum pertandingan dapat membantu proses pencernaan makanan boleh berjalan lancar. Hal ini penting oleh karena pada saat pertandingan aliran darah akan menuju ke otot untuk menyalurkan zat gizi dan oksigen yang dinyahkan pada saat otot digunakan. Atlet sebaiknya mengkonsumsi makanan lengkap yang terakhir kira-kira 3 – 4 jam sebelum bertanding.

Senggang waktu ini tidak boleh sampai menimbulkan penurunan kadar gula dalam darah atau menimbulkan rasa lapar sawaktu pertandingan. Namun waktu makan yang terakhir ini juga harus disesuaikan dengan kebiasaan makan atlet. Makanan itu juga jangan sampai merangsang atau menyebabkan masalah yang tidak baik pada saluran pencernaan.

Makanan harus lebih banyak mengandung karbohidrat kompleks, rendah lemak dan protein, cukup vitamin dan mineral serta cukup air. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak, bergas, berminyak dan sukar hadam karena makanan tersebut sukar untuk dicerna. Ia juga tidak memberi sumbangan untuk merangsang glikogen otot dan hati semasa pertandingan.

Minum air sebanyak 150 – 250 cc, pada waktu 30 – 60 minit sebelum pertandingan adalah sangat digalakkan. Minuman yang mengandung kalori, vitamin, mineral dan elektrolit yang terlarut didalamnya bermanfaat untuk menghindari terjadinya dehidrasi serta dapat mengganti zat gizi yang terpakai. Minuman yang diminum semasa tempoh pertandingan sangat penting untuk mempertahankan status dehidrasi atau menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Atlet seharusnya jangan menunggu sampai terjadi rasa haus/dahaga oleh karena pada waktu terasa haus ini sudah menunjukkan adanya dehidrasi awal. Rasa haus bukan indikator yang efektif untuk menilai keperluan air atlet selama latihan dan pertandingan.

Atlet harus ditekankan tentang kepentingan meminum air dalam setiap kesempatan. Minum sebaiknya dilakukan secara teratur setiap 10 – 15 minit sebanyak 150 – 250 cc air dingin 10o C. Sangat penting difokuskan adalah untuk menggantikan tenaga yang terbuang jika pertandingan olahraga endurance dilaksanakan pada cuaca sangat panas. Pelari marathon yang beraksi lebih dari 2 jam pemberian cairan harus mengandung karbohidrat dan elektrolit. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia dan hiponatremia.

Pemberian karbohidrat pada saat bertanding dengan cara suplemen makanan bertujuan untuk mencegah terjadinya hipoglikemi, mencegah kelelahan dan untuk mempertahankan daya kerja otot. Pemberian suplemen makanan karbohidrat yang berupa cairan ataupun padat adalah bergantung pada kesukaan atlet dan jenis acara yang disertainya.

Makanan padat yang tinggi karbohidrat kompleks dan rendah serat, misalnya seperti buah pisang dapat  memulihkan glikogen serta mengganti cairan, vitamin, mineral dan elektrolit yang terpakai selama pertandingan.

Makanan setelah pertandingan pula harus sesuai dengan keadaan atlet. Sering terjadi bahawa nafsu makan dari sebagian besar atlet berkurang. Oleh itu athlet harus segera minum air dingin (suhu 100c) sebanyak 1 – 2 gelas. Kemudian atlet dianjurkan untuk minum berupa cairan yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan elektrolit secara berterusan dengan interval waktu tertentu mengelak terjadinya hidrasi. Pada keadaan ini dapat diberikan minuman berupa jus buah-buahan dan sayuran. Setelah kadar keletihan atlet beransur berkurangan, kira-kira 4 jam setelah pertandingan maka dapat pula diberikan secara beransur-ansur makanan lengkap biasa seperti sebelum pertandingan dilaksanakan.

Pola hidangan semasa menjelang pertandingan adalah sebagai berikut:
a. 3 – 4 jam sebelum bertanding, makanan lengkap biasa, misalnya nasi dengan lauk-pauk.
b. 2 – 3 jam sebelum bertanding sebaiknya dalam bentuk makanan kecil, misalnya roti (kurang dari 500 kalori).
c. 1 – 2 jam sebelum bertanding, makanan cair berupa jus buah diberikan kepada atlet.
d. 30 – 60 minit sebelum bertanding, atlet hanya boleh diberi minuman cair saja.

One Response to “PEMAKANAN ATHLET SEMASA PERTANDINGAN”

  1. Ariksyah Benardi Says:

    Makasihh… Infonya..
    Sangat berguna !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: